spot_img
Kamis, November 27, 2025

Karawang Berjaya di Kejurda Jabar, Namun Pemerintah Daerah Absen Mengapresiasi Atlet

Berita Lainnya

spot_img

KARAWANG | JABARSPORT.COM – Tim pesilat pelajar Kabupaten Karawang mencatat prestasi membanggakan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar IV Tingkat Remaja Provinsi Jawa Barat 2025. Dalam ajang yang diikuti 24 kabupaten/kota tersebut, Karawang berhasil meraih juara umum ketiga, sebuah pencapaian yang disambut dengan penuh haru oleh atlet, pelatih, dan manajer tim.

Tangis kebahagiaan pecah ketika gong pertandingan terakhir berbunyi. Seorang pesilat muda berlari ke sudut lapangan sambil mengibarkan bendera Karawang dengan bangga. “Saya meneteskan air mata saat dinyatakan pesilat Karawang menang,” ujar Manajer Tim IPSI Karawang, Ardawi Sumarno. “Mereka berjuang maksimal dan layak dibanggakan sebagai putra-putri daerah.”

Rombongan Karawang yang dilepas pada 22 November 2025 terdiri dari lima atlet dan enam official. Mereka adalah:

Sabrina Azizah Zalpa Adrana (Kelas D Putri – Raksa Budhi Karawang)

Anisa Nur Noviana (Tunggal Putri – Raksa Budhi Karawang)

Mohammad Aldy Diaz (Kelas G Putra – Cakra Buana)

Khaerul Anami (Kelas E Putra – Tadjimalela)

Izat Sahlan Radjatiwishesa (Kelas H Putra – Pusaka Kencana)

Mereka didampingi Manajer Tim Ardawi Sumarno, Pelatih Riki Yohanes, Official Badru Maulana dan Gea Revalia Sugianto, serta Peninjau Rayyan Nuryadin.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Sabrina meraih juara 1 Kelas D Putri, Aldy Diaz juara 1 Kelas G Putra, dan Khaerul Anami juara 2 Kelas E Putra. Dengan total dua emas dan satu perak, Karawang menempati posisi juara umum ketiga, di bawah Sukabumi dan Bekasi. “Mencapai final di antara 24 kabupaten/kota bukan perkara mudah,” kata Ardawi. “Kami akan terus melakukan pembinaan agar prestasi pencak silat Karawang semakin meningkat.”

Setibanya di Karawang, para atlet disambut hangat oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Karawang dalam acara sederhana di RM Kampung Kecil, Rabu (26/11/2025). Ketua IPSI Karawang, Dea Eka Rizaldi, SH, mengaku bangga sekaligus memberikan dukungan penuh. “Perlu kolaborasi dari berbagai pihak untuk memajukan prestasi IPSI Karawang,” ujarnya.

IPSI bahkan menanggung seluruh biaya makan, penginapan, dan transportasi atlet serta official selama lima hari dengan dana mandiri sekitar Rp17 juta. Selain itu, diberikan pula uang apresiasi Rp3 juta untuk atlet peraih medali dan pelatih.

Namun di balik kegembiraan tersebut, ada kekecewaan yang tersisa. Pihak penyelenggara, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, hanya menyediakan piala dan uang pembinaan bagi juara umum pertama dan kedua. Posisi ketiga seperti Karawang tidak menerima penghargaan apa pun, meski regulasi umumnya mencakup peringkat ketiga. “Sangat disayangkan,” kata Ardawi.

Lebih memilukan lagi, tidak ada penyambutan atau ucapan selamat dari Disdik Kabupaten Karawang maupun Bupati Karawang saat para atlet kembali. “Harapannya, mungkin informasi dari Disdik Jabar belum sampai ke Disdik Kabupaten,” tutur Ardawi. “Anak-anak ini harusnya mendapatkan apresiasi karena mereka telah membawa nama Karawang.”

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran pemerintah daerah? Para atlet telah berjuang mengharumkan nama Karawang, namun kepulangan mereka justru diiringi keheningan. Ketika kerja keras generasi muda tidak dihargai, maka hilanglah semangat untuk berkembang.

Sudah saatnya pemerintah daerah memberikan perhatian serius. Prestasi anak bangsa layak dirayakan, bukan diabaikan.

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

Sport Update

- Advertisement -spot_img
spot_img

Top News