Jabarsport.com – Krisis hukum dan identitas yang dijuluki “Passportgate” mengguncang kompetisi sepak bola Belanda, mengancam validitas ratusan pertandingan di Eredivisie dan Eerste Divisie. Masalah ini dipicu oleh kebingungan terkait status kewarganegaraan sejumlah pemain yang memilih membela tim nasional negara lain, seperti Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde.
Sedikitnya 25 pemain yang lahir dan besar di Belanda dilaporkan kehilangan kewarganegaraan Uni Eropa mereka secara otomatis setelah mengambil kewarganegaraan baru. Berdasarkan hukum sipil Belanda, individu yang secara sukarela mengadopsi kewarganegaraan lain akan kehilangan status kewarganegaraan Belanda. Akibatnya, para pemain tersebut kini dianggap sebagai pemain asing non-Uni Eropa.
Status baru ini membawa konsekuensi serius. Klub diwajibkan mengurus izin kerja khusus bagi pemain non-Uni Eropa, termasuk memenuhi standar gaji minimum yang tinggi, yakni sekitar 608.000 euro per tahun bagi pemain berusia di atas 21 tahun. Namun, kewajiban tersebut diduga telah lama terabaikan oleh sejumlah klub.
Krisis ini mulai mencuat ke publik setelah dibahas dalam podcast populer De Derde Helft. Seorang pengamat hukum olahraga dalam podcast tersebut menyoroti potensi pelanggaran dalam pertandingan antara Go Ahead Eagles dan NAC Breda pada Maret lalu, yang berakhir dengan kemenangan 6-0 untuk Go Ahead Eagles.
Bek kiri Go Ahead Eagles, Dean James, disebut-sebut menjadi contoh kasus. Ia dianggap tidak memenuhi syarat bermain setelah resmi memilih membela Timnas Indonesia pada Maret 2025. Dengan Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda, James secara hukum kehilangan paspor Belanda dan status Uni Eropa-nya.
Jika pelanggaran ini terbukti meluas, federasi sepak bola Belanda berpotensi menghadapi gelombang protes dan tuntutan hukum. Sejumlah pertandingan bahkan bisa dianulir, yang akan berdampak besar pada klasemen dan integritas kompetisi.
Hingga saat ini, otoritas sepak bola Belanda belum memberikan pernyataan resmi terkait skala penuh dari krisis ini. Namun, “Passportgate” diperkirakan akan menjadi salah satu skandal administratif terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
sumber : okezonebolla





