spot_img
Minggu, Januari 18, 2026

Ketulusan Seorang Drs. H. Bambang Hari Purnama, S.T., S.H., M.H., dalam Membela Hak dan Martabat Atlet Tunarungu di Tengah Konflik Organisasi Olahraga

Berita Lainnya

spot_img

KARAWANG | JABARSPORT.COM
Anggota DPR RI sekaligus Ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. H. Bambang Hari Purnama, S.T., S.H., M.H., menyatakan dukungan penuhnya terhadap perjuangan Subahan, orang tua dari Reysendi, atlet renang tunarungu asal Bekasi, yang tengah memperjuangkan nasib para atlet tunarungu di tengah perselisihan antar lembaga olahraga.

Melalui ajudannya, Bambang menyampaikan rasa prihatin atas polemik yang berdampak langsung pada para atlet disabilitas, khususnya tunarungu, yang selama ini mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga nasional maupun internasional.

“Pak Bambang sangat mendukung perjuangan orang tua dan para atlet tunarungu. Beliau berharap agar seluruh pihak terkait, termasuk Kemenpora, segera duduk bersama mencari solusi yang adil dan berkeadilan bagi para atlet disabilitas,” ujar Subahan dalam keterangannya kepada media, Selasa (11/11/2025).

Konflik internal antar lembaga olahraga disebut menjadi penyebab utama ketidakpastian yang kini dialami para atlet tunarungu di berbagai daerah. Akibatnya, hak-hak mereka sebagai atlet berprestasi ikut terhambat.

Subahan, orang tua Reysendi, menyampaikan apresiasi atas dukungan moral dari Bambang Hari Purnama. Ia berharap dukungan dari anggota DPR RI tersebut menjadi pemantik bagi pemerintah untuk segera menuntaskan persoalan yang menimpa para atlet tunarungu.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pak Bambang. Anak-anak kami bukan hanya berjuang di kolam renang, tapi juga berjuang untuk hak mereka yang seolah dilupakan. Kami ingin Kemenpora turun tangan secara serius, agar ada keadilan dan kepastian bagi seluruh atlet tunarungu di Indonesia,” tegas Subahan.

Lebih lanjut, Subahan juga mendesak agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersikap tegas serta membuka ruang komunikasi yang setara bagi komunitas dan organisasi olahraga disabilitas, agar konflik kelembagaan tidak kembali merugikan para atlet.

“Jangan sampai perbedaan antar lembaga membuat para atlet menjadi korban. Kami ingin olahraga disabilitas, khususnya tunarungu, bisa mendapatkan perhatian dan pembinaan yang layak, sebagaimana atlet-atlet lainnya,” tutupnya.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh olahraga dan parlemen, diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang kini menimpa komunitas olahraga tunarungu di tanah air.

Jika persoalan ini terus berlarut tanpa solusi, bukan hanya prestasi atlet disabilitas yang terancam, tetapi juga semangat inklusi yang selama ini digaungkan pemerintah akan kehilangan maknanya. Karena itu, langkah cepat dan konkret dari Kemenpora menjadi ujian nyata bagi komitmen negara dalam memperjuangkan keadilan bagi seluruh atlet tanpa terkecuali.

Penulis : Jun@

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

Sport Update

- Advertisement -spot_img
spot_img

Top News